Papuan Voices is a video advocacy initiative working with Papuan activists to more effectively tell their stories to the world. In 2011-12 EngageMedia and Justice, Peace and Integrity of Creation collaborated with local organisations in Jayapura and Merauke to teach Papuan activists video production and distribution skills.

The conflict between West Papua and Indonesia remains largely hidden from the world. Despite decades of hostility and violence, demands for justice have received limited global attention. Papuan Voices aims to bring the everyday stories of West Papuans to a wider audience. Importantly, these stories are not just framed around West Papua’s political struggle for independence; they are not the stories of conflict that are more often circulated. Rather, they are the stories behind the conflict: the struggles for education, the environment, equality and dignity.

Papuan Voices includes:

  • Nine videos telling stories of life in the contested region of West Papua, Indonesia. You can view and download them here.
  • All the videos have been translated and subtitled through EngageMedia’s Lingua project. ‘Love Letter to the Solider‘, for instance, is available in 9 languages.
  • A Study Guide designed to give context to these videos for use in high school and university classrooms.
  • A Screening Guide for community groups and activist organisations wishing to host screenings.
  • A DVD pack for purchase of screening quality versions of all nine videos with English subtitles and a limited edition colour booklet.

For a list of places Papuan Voices has been screened, please see this page.

Acknowledgements:

Videomakers: Cyntia Warwe, FX. Making, Albert Pu’u, Yuliana Langowuyo, Edy Rosariyanto, Baguma Yarinap, Nico Tunjanan, Bernard Koten, Agus Berek, Peneas Lokbere, Ike Weler, Titus Boi, Wenda Tokomonowir, Leo Moyuend, Urbanus Kiaf, Krisantos Yama, Yuly Kaisma, Carolyn Ngoran, Chris Mahuze, Alex Aldero
Project Manager: Enrico Aditjondro
JPIC MSC Project Manager: Wensi Fatubun
Audience Engagement Manager: Alexandra Crosby
Executive Producer: Andrew Lowenthal
English Writer: James Elmslie
Indonesian Writer: Rani Adityasari
Graphic Design: Toha

Special thanks to: Organisation for Visual Progression (OVP) and WITNESS

Project partners: Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) MSC (Jakarta) and the Secretariat for Justice and Peace (SKPKC Fransiskan Jayapura).

This project has been funded by the Ford Foundation.

Please support the continuation of this program by donating.


Banyak dari kita sering mendengar bahwa banyak masyarakat Papua berjuang untuk kemerdekaan – tapi apa yang sebenarnya terjadi di sana? Seberapa sering kita mendengar langsung dari orang Papua sendiri tentang kehidupan di provinsi Indonesia yang paling tertutup itu?

Program Papuan Voices dari EngageMedia adalah kombinasi dari pemberdayaan dan produksi. Kami bekerja sama dengan kelompok-kelompok Gereja Katolik di Jayapura dan Merauke untuk mengajar aktivis Papua produksi video dan keterampilan baru distribusi sehingga mereka memiliki sarana untuk menceritakan kisah mereka sendiri kepada dunia.

Yang jelas, cerita yang kita ungkapkan tidak hanya dibingkai sekitar perjuangan politik Papua untuk kemerdekaan. Mengapa ini penting? Karena ketika seorang pemuda Papua memukul seorang tentara Indonesia karena sang tentara telah
menyerang adik perempuannya, lebih sering daripada tidak pemuda tersebut akan dicap sebagai “separatis oleh pers dan pemerintah Indonesia. Tentara itu akan berjalan bebas sementara si pemuda Papua akan didakwa dengan pelanggaran serius terhadap negara.

Ini jenis ketidakadilan yang terjadi setiap hari di Papua dan kurangnya pemahaman tentang permasalahan yang mempengaruhi warga termiskin di Indonesia hanya memperburuk masalah.

Program Papuan Voices, atau Suara dari Papua, telah berhasil mengatasi hambatan politis, geografis dan keuangan – serta minimnya teknologi – untuk membawa cerita-cerita dari Papua kepada dunia. Cerita-cerita menyoroti perjuangan terhadap ketidakadilan yang secara rutin terjadi di balik pintu tertutup dari provinsi yang kaya sumber daya alam ini.

Mitra: Sekertariat Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) dan Justice Peace and Integration of Creation (JPIC MSC Jakarta)
Papuan Voices didukung oleh Ford Foundation.